Sejarah Pendirian

Kami didirikan pada tahun 2009 karena dedikasi satu sama lain dan tujuan bersama kami untuk berkontribusi pada kesetaraan yang lebih global.

Kepala Yayasan, Carli Kooper mendirikan Heliconia Scholarship Foundation di Belanda pada tahun 2009, bekerja sama dengan mitra kerja sama, Mili Chana di Indonesia. Persahabatan dan dedikasi khusus mereka untuk tumbuh bersama adalah dasar dari Komunitas Heliconia yang lebih luas dan memastikan keberhasilan serta ketahanan misi kami.

Baca kisah pendiri, Carli di bawah ini!

PENDIRIAN HELICONIA

Badan amal ini didirikan setelah melakukan perjalanan khusus ke Asia pada tahun 2007. Saya baru saja lulus dari sekolah menengah atas dan cukup beruntung mendapat kesempatan untuk bepergian ke luar Eropa untuk pertama kalinya. Selama perjalanan ini saya menjadi sukarelawan untuk beberapa proyek pendidikan, karena saya ingin belajar lebih banyak tentang budaya dan orang yang berbeda dengan cara ini. Saya menemukan apa yang saya cari dan memiliki pengalaman yang luar biasa dalam mengajar bahasa Inggris kepada anak-anak untuk proyek-proyek di Thailand, India dan Indonesia.

Bersama Mili Chana, salah satu anak muda dari Panti Asuhan Dorkas di Jakarta, saya menjalin kontak. Kami pada usia yang sama dan sangat akrab. Setelah kembali ke Belanda, saya melanjutkan kuliah, tetapi Mili tidak memiliki kesempatan itu. Kemudian lahirlah ide untuk mendirikan Heliconia Scholarship Foundation (dulu bernama Stichting Heliconia), yang kami dirikan secara resmi pada Maret 2009. Sekarang kami berdua telah lulus dari universitas yang bagus!

Persahabatan dan kasih amal kami semakin kuat selama bertahun-tahun. Saya berterima kasih atas banyak pengalaman luar biasa kami bersama dan bangga bahwa kami dapat menawarkan beasiswa kepada lebih banyak orang dewasa muda. Saya berharap untuk melihat organisasi kami berkembang jauh di masa depan!

Itu tidak selalu mudah, menjalankan amal di usia muda kami, tetapi kami semua telah matang dan saya bersyukur atas banyak wawasan yang telah diberikan Heliconia kepada saya. Saya percaya pada keterbukaan, karena kita hanya bisa belajar jika kita mau mengakui dan meneliti tantangan dan kesuksesan kita. Keduanya memberikan kontribusi yang sama untuk pengembangan pribadi kita dan kehidupan yang bermakna. Oleh karena itu, Anda dapat membaca tentang perjuangan dan pencapaian utama saya di bawah ini (hanya tersedia dalam bahasa Inggris dan Belanda)!

My challenges

My greatest personal challenge in relation to the Heliconia Scholarship Foundation was that founding this project arose not just from enthusiasm, but also from feelings of guilt and a fighting spirit. These kickstarted us into the world, but soon turned out to be destructive to my personal health and wellbeing, and of course, also to my surroundings. They were the main reason why it took me ten years of running this charity, before I was able to find a healthy and enjoyable work flow.

my successes

My greatest success in relation to the Heliconia Scholarship Foundation is that eventually, I learned to heal my own insecurities. Shifting my motivation for running this project from guilt to enthusiasm, we have now managed to build a supporting community. My fighting spirit has been replaced by an inviting energy, that encourages all our members to feel safe in expressing their own feelings and opinions. Our organisation is based on friendship and dedication to each other, in all our needs. The Heliconia Community is a place where all members can learn and grow, in their own, unique ways.

The deep companionship that I have with the board members and Mili and Naomi in Indonesia, give a greater meaning to our work. We have shared so many special and joyous life experiences together. Regardless of our different cultural and personal backgrounds, we have always been understanding and dedicated to each other. I advocate now, that love, enthusiasm and personal commitment to each other are the bedrocks of any success. Obtaining a diploma or raising funds for scholarships, gain so much more meaning when they're inspired by these values. I never thought that it was possible to build an organisation entirely on personal value and meaning, for all involved. But it is, and I believe it is also the way forward! It prevents exploitation of people and nature, for the financial gain of just a few, and ensures safety and meaning for the community as a whole instead.